Saturday, October 16, 2010

Al-Allamah wal Fahamah Sayyidi Syarif Al-Habib Munzir bin Fuad

Habib Munzir al-Mussawa

Assalamualaikum w.b.t

Alhamdulillah wa syukruliLlah. Semoga bertambah cinta kita kepada Sayyidina Muhammad s.a.w melalui rasa cinta dan kaseh kepada ahlul bait nya yang sesungguhnya Allah telah mensucikan nasab mereka, subahanAllah..dan seterusnya dengan rasa cinta kepada Baginda Sayyidina Muhammad s.a.w, maka terus Allah mencintai dan mengasihani kita semua..subahanAllah, alhamduLillah..Allahuakbar..



:: Jom Kenal ^_^::

Soalan 1:Assalamualaikum Wr. Wb. Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf sebelumnya Bib....pada kesempatan ini saya ingin bertanya tentang salasilah Habib sendiri sampai dengan Rasulullah SAW ? Saya sudah membaca di majalah Al Kisah, tetapi hanya terdapat dua nasab Habib sendiri. Mohon penjelasannya. Terima Kasih.

Munzir : Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, Semoga Allah melimpahkan cahaya kerindhoan Nya kepada anda, terus terang saja catatan nasab saya ini saya kurang suka menampilkannya dan mempamerkannya, kerana belum pantas saya menyandang gelar keturunan Rasul saw, Yaa Allah.. Betapa hinanya saya ini dan sangat jauh dari selayaknya keturunan Rasul saw. Namun demi memenuhi permintaan anda yang menjadi Tamu Mulia di website kami maka saya memberanikan diri menuliskannya :

Hamba penuh Dosa Munzir bin Fuad bin Abdurrahman bin Ali bin Abdurrahman bin Ali bin Aqil bin Ahmad bin Abdurrahman bin Umar bin Abdurrahman bin Sulaiman bin Yaasin bin Ahmad Almusawa bin Muhammad Muqallaf bin Ahmad bin Abubakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Alghayur bin Muhammad Faqihil Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khali' Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir bin Isa Arrumiy bin Muhammad Annaqibm Ali Al Uraidhiy bin Ja’afar Asshadiq bin Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein Dari Fathimah Azzahra Putri Rasul saw.

Semoga Cahaya kesucian Idul fitri, keberkahan, pengampunan dan segala rahsia keluhuran yang terpendam pada hari Idul fitri 1 syawal ini terlimpah pada anda dan keluarga, Amiin
_______________________________________________________

Soalan 2: Yang saya cintai Hb Munzir Al Musawa , saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan,yang sebenarnya pertanyaan ini diajukan oleh teman kerja saya yang saya tak dapat menjawabnya secara detail,iaitu mengenai salasilah keturunan Rasulullah yang menurut dia terputus nasabnya di Imam Hasan dan Husein yang tewas di Perang Karbala sehingga tidak ada lagi keturunan Rasulullah saat ini, mohon jawapan dari habib, saya secara peribadi sangat meyakini keberadaan Zuriah Rasul saat ini tetap ada. Jazakallah.

Munzir Re:Nasab Habaib - 2005/11/29 12:22

Alaikum salam warahmatullah wabarakaatuh, terimakasih atas perhatian anda, keturunan Hasan dan Husein hingga kini masih ada, sebagian kecil para pembenci keluarga Ahlulbait menafikan dzurriyah Rasul saw, sebagaimana juga kelompok lain menafikan ke absahan sahabat Rasul radhiyallahu' anhum, yg berjumlah 60 (enam puluh) ribu orang, maka golongan sesat itu mengatakan bahwa seluruh sahabat itu sesat, terkecuali beberapa orang saja.

Sayidina Hasan tidak wafat di kejadian Karbala, beliau radhiyallahu 'anhu wafat diracun sebelum kejadian Karbala, beliau meninggalkan keturunan 11 orang putra dan 6 orang putri, dan kemudian keturunan adalah dari putra beliau Hasan Mutsanna dan Zeid Radhiyallahu' anhuma. Sayyidina Husein wafat di Karbala, beliau mempunyai enam orang anak lelaki dan 3 wanita, Ali Akbar, Ali Awsat, Ali Ashghar, Abdullah, Muhammad, Jakfar, Zainab, Sakinah dan Fathimah.

putera Hasan keseluruhannya wafat terkecuali Al Al Awsat yg dikenal dengan Nama Ali Zainal 'Abidin, mempunyai putra bernama Muhammad Albaaqir, yang mempunyai Putra bernama Jakfar Asshaadiq. yang menjadi Guru dari Imam Hanafi, yang kemudian Imam Hanafi ini bermuridkan Imam Maliki, lalu Imam Maliki bermuridkan Imam Syafi'i dan Imam Syafi'i bermuridkan Imam Ahmad bin Hanbal. ringkasnya seluruh Ulama Ahlussunnah waljama'ah mengakui keabsahan keturunan Rasul saw dari Ali Zainal Abidin putra Husein.

Sayyidina Ali Zainal Abidin ini dilahirkan hari Khamis, 5 Sya'ban tahun 38 Hijriyah, masiih dimasa hidup kakeknya yairtu Ali bin Abi Thalib KW, dan diriwayatkan oleh Abu Hamzah Alyamaniy bahwa ia mengamalkan Ibadah 1000 raka'at tahajjud setiap malammnya, demikian pula Imam Ghazali yg banyak mengaguminya, salah satu riwayat yg dikatakan oleh Imam Thawus rahimahullah : "Ketika aku memasuki Hijr Isma'il ditengah malam yg gelap, ternyata Ali Zainal Abidin Putra Husein sedang sujud.. alangkah lama sujudnya, lalu kepalanya terangkat dan kedua tangannya terangkat bermunajat dg suara lirih : "HambaMu dihadapan Pintu Mu, Si Miskin ini dihadapan Pintu Mu, si fagir ini dihadapan Pintu Mu...."

Beliau wafat pada tahun 93 Hijriyah, dan ada pendapat mengatakan tahun 94 Hijriyajh, dimakamkan di Kuburan Baqi' (Madinah Almnawarah), dipusara yang sama dg pamannya yaitu Hasan bin Ali kw beliau (Ali Zainal Abidin rahimahullah) meninggalkan 15 orang anak, dan yang sulung adalah Muhammad Albaqir. (rujuk Kitab Al Ghurar, oleh Imam Al Muhaddits Muhammad bin Ali Alkhird, yg wafat tahun 960 Hijriyah). Kitab ini merupakan salah satu kitab Induk yg menjelaskan silsilah keturunan Rasul saw. Maaf saya meringkaskan jawaban ini seringkas mungkin untuk menyingkat waktu sehubungan masih banyak pertanyaan lain yg harus saya jawab wallahu a'lam terimakasih atas pertanyaan anda.

www.majelisrasulullah.org


Wednesday, September 22, 2010

Dosa Tika Cinta..


Ya Allah...
Saat ini...
Tika ini...
Waktu ini...
Aku teramat merindui Mu...
Merindui Mu...Merindu ampunan Mu...
Ya Ilahy...

Ya Allah...
Adakah aku sedang berdusta..?
Adakah aku sedang menjauh dari Mu...?
Adakah aku sedang berpaling dari Mu..?
Adakah aku sedang menghindar diri dari Mu..?
Atau..
Adakah aku tidak layak untuk Cinta Mu..
Cinta Mu Yang Maha Suci...
Maha Indah...
Maha Terpelihara...
dan..
Maha Agung...

Ya Allah...
Di saat aku berdosa...
Engkau masih sudi memandang ku...
Mendengar rintihan ku...
Mendengar rayuanku...
Mendengar kekecewaan ku..
Engkau Ya Allah...
Sudi mengusap air mata ku...
dan...
Engkau menyentuh hati ku...
dengan sentuhan Mu Yang Maha Lembut...
Ya Latif...

Ya Allah...
Engkau selalu dekat dengan ku...
Engkau selalu memberi kegembiraan pada ku...
walau yang terlihat itu duka...
Tapi..
Hakekatnya bahagia...
Walau dalam duka...
Engkau mahu aku terus mendakap tenang Cinta Mu..
Maha Suci Engkau Tuhan...

Maha Suci Engkau..!
Sesungguhnya Tuhan..
Aku tersentak dengan Kaseh Mu...
Aku terhibur dengan Cinta Mu...
Aku menangis dengan Sentuhan Mu...

Ya Ilahy...
Andai masa telah tiba...
Aku ingin pergi dalam pelukan kalimah Ya Allah..
Kerana denganNya..
Aku akan rasa bahagia dan bermakna..
SubahanAllah...

:: Aku cinta Kamu ::

Sunday, September 19, 2010

Engkau telah pergi..


9 hari sudah berlalu...
Engkau telah pergi meninggalkan aku...
Meninggalkan aku keseorangan tanpa sesiapa...
Iman ku ini...
Tidak lagi mampu menasihati nafsu yang telah di hasut syaitan..

9 hari sudah berlalu...
Berlalu dan aku mencipta dosa baru..
Dosa itu yang telah ku pinta ampun maaf..
Kini terulang lagi..
Kerana aku..
Belum beriman...

9 hari sudah berlalu..
Berlalu dengan memberi Fitrah hanya untuk seketika..
Dan aku lah yang amat menzalimi diri..
Menzalimi diri untuk kehidupan yang tidak pernah kekal..

Oh Tuhan..!!!!
Yang Maha Mendengar...
Yang Maha Melihat...
Yang Maha Membantu...
Dengarkanlah permintaan ku...
Ku persembahkan pada Mu kekesalan ku...
dan..
Bantulah aku untuk menuju Mu..
Munuju kepada Pengampunan Mu sebelum Engkau menutupnya...

Ya Tuhan ku..
Bantulah aku untuk sentiasa rasa berdosa pada Mu...
Bantulah aku untuk sentiasa rasa takut pada Mu...
Bantulah aku untuk sentiasa menghina diri pada Mu...
Bantulah aku untuk sentiasa taat pada Mu...
Bantulah aku untuk sentiasa syukur pada Mu...

Sesungguhnya...!!
Engkaulah pemberi RASA itu...
Kurniakanlah aku RASA itu...
Rasa yang mahal...
Rasa yang akan mencukupkan aku sebagai hamba Mu...
Rasa yang menghilangkan lapar dan dahaga ku...
Rasa yang melemahkan nafsuku..
Rasa yang menjadi penghibur di kala duka ku...
Rasa yang membuatkan ku merindui Mu..!!

Ya Robbi...


(Tuhan..aku malu pada Mu..T_T)

Monday, September 6, 2010

Bertemu sudahkah kita berdua?


Kali pertama itu..
Ibuku sungguh terkejut sekali bertemu dengan mu..
Pertemuan yang tidak pernah di jangka..
Engkau datang secara mengejut..
Mengunjungi kami sekeluarga..
Beserban berjubah..
Sungguh indah..
Wajah mu bercahaya..
Dengan rombongan yang ramai..
Ibuku terpegun..melihat ciptaan Tuhan yang Maha Indah..

Aku kira..
Engkau ingin melamarku..
Tetapi, kita tiada jodoh tika itu..
Engkau hanya ingin bertemu ibuku..
Dan..
Aku panjatkan ke syukuran kepada Tuhan yang menghadirkan engkau dalam hidupku..

Setiap tahun..
Aku menanti kehadiran mu..
Menanti dengan debaran..
Debaran kerna takut melukai mu lagi..
......kerana dosa-dosa ku..
Aku terijab dari bertemu mu..
Terhijab dari berbicara dengan mu..
Terhijab dari salam mu yang menggoncang hati ku..
Ya Allah...
Akulah yang berdosa..
Tidak layak bertemu dia....

***
Namun..
Aku tidak pernah putus harapan di atas Rahmat Mu, Tuhan..
Dengan keAgungan nama Mu, aku meminta..
...merintih agar di temukan lagi..
Aku terlalu merindui dia, Ya Allah..
Rindu ingin bertemu..
Kerana..
dia sungguh istimewa..

..T_T..Lailatul Qadar..


:: Denga berkat Rasulullah s.a.w.. Aku berharap pada Tuhan, semoga malam itu telah hadir dalam diriku. Malam yang sungguh berbeza. T_T', Entah mengapa.. Aku bertanya pada Tuhan, kenapakah malam itu sangat berbeza? Kenapakah aku tidak dapat lelapkan mata dan rasa mengantuk sirna. Malam yang suasana nya sunyi..hening..indah..malam yang dengan satu kicauan burung..sayu sekali.. T_T, SubahanAllah.. Keesokkannya, aku melihat begitu banyak kepulan awan bewarna putih dari pagi hingga ke petang, tiada panas..SubahanAllah.. Aku berdoa semoga kita semua telah di rezekikan bertemunya pada malam itu.. T_T ameen.. ::

Tuesday, August 17, 2010

~..Aku malu bertemu mu...Ramadhan Kareem ~


Benarkah Ya Allah...
Benarkah aku merinduinya...
Benarkah aku menantinya...
Atau aku sekadar menipu diriku...
Kononya aku juga mahu mendapatkannya...

Ya Allah...
Aku malu ingin bertemunya lagi...
Malu hingga mahu lari darinya...
Malu yang teramat dengannya...
Malu.....malu kerana pertemuan yang lalu aku sia-siakanya...
Aku sia-siakannya dengan melakukan dosa-dosa yang menyiksakan jasadku dan Rohku..
Aku malu....Ya Allah...

Ya Allah...
Masih sudikah dia bertemu ku...
Bertemu ku untuk bersama dengan ku...
Sebagaimana dia bersama dengan para solihin yang lain...
Bersama untuk mengisi kembali Roh yang telah tandus dengan dosa-dosa ini...
Ya Allah....
Masih sudikah dia Ya Allah...

Duhai Ramadhan Kareem...
Betapa mulia dirimu...
Dirimu menjadi sebutan penduduk langit dan bumi...
Di saat engkau menjelang tiba...
Tapi aku...
Masih di baluti dosa...
Terbiaskah kemuliaanmu dalam diriku...

Duhai Ramadhan Kareem...
Maafkanlah aku kerana mensia-siakan mu...
Aku berharap pada Tuhan kita...
Moga engkau sudi bertemu dan bersama ku lagi di saat ini...
Di saat Roh ku sunyi...
Untuk menebus dosa ku yang lalu...
Agar dapat kembali ke sana sebagai penghuni syurga Mu, Ya Ilahi..

----------------------------------------------------------------------------

Ya Allah...
Semoga Ramadhan Kareem kali ini dapat menembuskan rasa rindu dan cinta ini kepada
Mu dan Nur Muhammad...
Ameen... T_T

Ainulhafizah
1.54 Tengahari


Wednesday, July 21, 2010

Dalam Gelap..


Dalam gelap hatiku..
Ku mencari Mu..

Dalam gelap cintaku..
Ku menCintai Mu..

Dalam gelap harapanku..
Ku mengharap pada Mu..

Dalam gelap pandanganku..
Ku mengharap 'pandangan' Mu..

Dalam gelap rasaku..
Ku mengharap 'rasa' Mu..

Dalam gelap langkah ku..
Ku mengharap Engkau 'melangkah' pada ku..

Dalam gelap redhoku..
Ku mengharap Redho Mu..

Tuhan.............
Akulah yang telah zalim lagi menzalimi diri ini..
Akulah hamba Mu yang telah gila..
Akulah hamba Mu yang kufur pada Mu..
Akulah hamba Mu yang telah bermaksiat pada Mu..
Akulah hamba Mu yang bodoh menilai peringatan Mu..
Akulah yang selalu mengejar nama dan puji-pujian manusia..
Akulah hamba Mu yang terpenjara dalam nafsu ini..

Tuhan.............
Aku pernah merasa..
Akulah yang akan ke Neraka Mu..
Dan yang lain ke Syurga..

Tuhan.............
Aku tahu, aku dari negeri yang Ghaib..
Datang ke dunia adalah untuk pulang kesana..
Aku merindui saat taat pada Mu..
Janganlah Engkau palingkan keinginanku melainkan hanya pada Mu..
Kerna..akulah yang berkehendak pada Mu..


Ainulhafizah
5.25 petang

Raudatul AbdiLlah

Wednesday, May 26, 2010

Jeritan dari dalam..


Tuhan..
Adakah aku sedang menjauhi-Mu..
Atau..

Sudah habiskah hidayah-Mu untukku kerana dosaku..
Atau..

Aku terlalu hina untuk meminta pada-Mu..
Atau..

Akukah yang terlalu payah meminta pada-Mu..

Tuhan..
Kasehanilah aku..
Aku lemah, dan bantuan-Mu teramat ku harapkan..
Jalan ini penuh liku..Tuhan

Oh Tuhan..
Jasad ku benar-benar menjadi sangkar Ruhku ini..
Ruh ku yang terpaksa sakit akibat jasadku yang degil..
Ruh yang sering menjerit kesakitan..
Suaranya terus hilang dari pendengaran..

Oh Tuhan..

Ampunkan aku kerna mereka yang degil..
Mata yang degil..
Telinga yang degil..
Mulut yang degil..
Tangan yang degil..
Kaki yang degil..
Degilnya mereka kerana menurut syaitan dan nafsu..
Syaitan dan nafsu yang mengajak maksiat..
Syaitan dan nafsu selalu mengganggu..
Bila aku ke depan, dia menerpa dari belakang..
Bila aku ke kanan, dia mengejar ku ke kanan..
Bila aku ke kiri, dia mengejarku ke ke kiri..
Bila aku berhenti, dia membelenggu ku...

Oh Tuhan..

Aku merintih pada-Mu..
Aku tak mampu tanpa-Mu..
Bantulah aku melawan syaitan dan nafsu..
Tewaskan mereka Tuhan..
Tewaskan mereka..


..dan ku pinta..
Sedekahkanlah amal ibadah buatku..
Agar aku terus thabat di jalan-Mu ini..
Ameen, Ya Robb..

Tuesday, May 4, 2010

Saat Indah Munajat Pada-Mu..


Tuhan..
Aku ingin selalu menghina diriku di hadapan-Mu..
Dan aku mengaku..
Engkaulah Yang Maha Sempurna..

Tuhan..
Himpunan dosa ku menghimpit benak ku..
Mengharap ampunan-Mu teramatlah aku butuhkan..
Mengharap pembelaan-Mu dalam setiap langkah ku..
Mengharap kaseh-Mu dalam setiap hela nafasku..

Tuhan..
Aku tidak pernah putus harap pada-Mu..
Kerana Engkau lah yang telah berkehendak demikian pada ku..
Engkau lah yang memperjalankan aku untuk jangan berputus harap pada-Mu..
Engkau ingin aku selalu berharap pada-Mu..
Dan bila aku mengharap..
Engkau juga berharap..
Engkau lah yang cukup sempurna di hati ku..

Tuhan..
Dengan se izin-Mu..
Engkau telah memperjalankan seluruh cinta ku pada-Mu..
Cinta pada Mu mahu aku mengenali siapa Engkau di hati ku..
Kelazatannya terkadang Engkau pamerkan..
Terkadang pula..
Engkau selindungkan..
Terkadang aku faham..
Terkadang pula aku buntu..
Itulah diri ku yang bodoh dalam mengenali-Mu..
Bodoh dalam berCinta..
Bodoh dalam berTerus terang pada-Mu..

Namun..
Hanya satu..
Aku perlu yakin..
Dalam bodohnya aku memahami-Mu..
Rupa-rupanya aku mencintai-Mu..

Sunday, May 2, 2010

Pimpinlah ketaatan ku ini Ya Allah..


Ya Allah...
Sampaikanlah aku ke hadhirat-Mu...
Perjalankanlah aku di jalan-Mu...
Bimbinglah aku dalam syariat-Mu...
Agar jalan menuju-Mu ku rasai hakikat...

Ya Allah...
Ku pinta...
Ku rintih...
Ku rayu...
Tutupilah ke aiban ku...
Tunjukilah keAgungan-Mu ke atas ku...
Agar dengan keAgungan-Mu, aku bisa mentaati-Mu...
Untuk aku mencapai mahmudah yang istiqomah...

Ya Allah...
Anugerahkanlah aku rasa cinta ku pada-Mu...
Anugerahkanlah aku rasa cinta ku pada-Mu...
Anugerahkanlah aku rasa cinta ku pada-Mu...

ameen Ya Robb..

Thursday, March 25, 2010

~Ya Alloh..Berilah aku Taubat Nasuha atas Taubat ku Yang Palsu..~


Assalamualaikum w.b.t

BismillahhirRomanNirRohim..

"Kasehanilah aku wahai Tuhan

Hamba yang lemah ini pengampunan-Mu yang ku harapakan.."

Sahabat2 yang amat di kasehi Alloh Azzawajalla, dan di ingati Rasulullah s.a.w sepanjang kehidupan. Ensya Alloh, kali ini kita akan berbicara tentang Alloh. Mungkin perbicaraan ini terlalu global, namun, ianya sangat dekat di hati kita kerana Allah itu kan lebih dekat dari urat leher.

Alloh..

Perbicaraan tentangNya pasti akan mengentarkan hati kerana Dialah Maha Agung, yang Ter Agung, maka pastilah hati menjadi kecut, muka menjadi pucat, bibir kelu berkata kerana nama Alloh itu sudah mengalir di dalam darah, laju dan pantas sampai ke jantung lalu membikin jantung berdegup kencang kerana dia telah mengenal nama yang Maha Agung itu.


Begitulah kebesaran Alloh dan Rahmat-Nya serta pengampunan-Nya yang tidak terhitung. Masakan hendak di hitung, kita sendiri wujud di dunia kerana kehendak-Nya, padahal hakikatnya kita tidak pernah wujud di dunia. Kerana cinta-Nya, Dia mewujudkan kita, sedangkan Dia Maha Tahu yang manusia selalu curang pada-Nya. Kerana Penyayang-Nya, dia mengizinkan pula kita beramal dengan amal2 yang sholeh sedangkan Dia Maha Tahu yang manusia akan lupa bahawa Dialah yang mengizinkan kemudahan beramal pada-Nya lantas manusia berkata "Ya Alloh, aku telah beramal, aku telah mentaati-Mu, aku telah mendekatkan diriku pada-Mu..". Tidak malukah berkata demikian! Sedangkan Allah lah yang mengizinkannya. Alloh lah yang memberi kurnia-Nya kepada kita. Maka, Alloh pun menjadikan kita taat pada-Nya.


Seperti kalam hikmah yang mulia Imam Ibnu Athaillah Askandary dalam kalam hikmahnya yang ke 123 :


"Apabila Dia (Alloh) mengkehendaki melahirkan kurnia-Nya atas anda, niscaya Dia jadikan (amal ibadat bagi anda) dan menyandarkan (amal itu) bagi anda."


Setiap sedekah amal dari Alloh kepada kita teramat bermakna dan beerti. Aku ingin bertanya. Semasa solat, adakah kita pernah merasa nikmat ketika sujud, nikmat yang merupakan keringanan untuk sujud, keringanan yang bukan di paksa kerana rukun tetapi kerana rindu sehingga sujud itu menjadi mudah, ringan dan penuh syukur. Sujud itu menjadi sesuatu yang di nanti2 pada tiap kali solat dan solat itu pula sentiasa di nanti-nanti kerana hanya ingin sujud kepada-Nya. MasyaAlloh.. Pernah kah kita? Rasailah ia..


Bagi yang berdosa, dan mahu kembali, pasti sangat penasaran untuk memiliki hati sedemikian, solat sedemikian dan hati yang dekat dengan Khaliknya. Bukan? Pasti ingin merasa manisnya menerima sedekah dari Alloh. Dan sedekah paling manis dari Alloh bagi hamba2 yang berdosa, adalah taubat ke atas taubat yang palsu. Bukan aku mengatakan taubat kita semua nya palsu, tetapi aku ingin mengatakan, perbaharuilah taubat kita. Sentiasa bertaubat kerana ianya adalah sedekah yang tidak ternilai. Mulailah pada-Nya dengan meminta Dia mengurniakan Taubat Nasuha. Kerana, jika kita tidak meminta, badan akan terasa berat untuk rukuk dan sujud, dan hati pula menjadi lalai.


..Kemudian, setelah meminta pada-Nya Taubat Nasuha, apabila hati terasa lunak dengan Alloh, terasa pedih dengan dosa, terasa mahu menangis, mahu mendakap Alloh, itu bermakna Alloh telah melunakkan hati kita, maka segeralah bertaubat dan bersyukur kerana hati kita masih hidup, berdenyut cinta Ilahi...Subahanalloh..Sesungguhnya Alloh sangat cinta teramat cinta pada orang2 yang bertaubat di atas taubat yang palsu.


Renungkanlah bahawa Alloh mahu benar menerima taubat kita :


"Dan Allah hendak menerima taubatmu.." [an-Nisa':27]


Sahabat2, kalian tahu bukan, yang Alloh sentiasa membentangkan tangan-Nya untuk menerima taubat kita di setiap siang dan malam hari :


Nabi s.a.w bersabda :

" Robb kita setiap sepertiga malam terakhir, lalu berfirman, "Siapa yang berdoa pada-Ku, untuk Aku kabulkan permohonannya?; siapa yang meminta pada-Ku, untuk Aku penuhi permintaannya?; dan siapa yang mohon ampun pada-Ku, untuk Aku ampuni dosanya?."

[HR. Bukhari dan Muslim]


Lihatlah, perkataan seorang alim besar Tasawuf bernama Sahl bin Abdullah r.a :


Apabila seorang hamba Alloh berbuat salah, lantas ia berkata :"

"Wahai Tuhanku! Engkau telah mentakdirkan , Engkau telah mengkehendaki dan Engkau telah memutuskan (bahawa aku telah berbuat tidak baik ini),"

Niscaya Alloh Yang Maha Agung dan Maha Besar akan marah kepada kita dan Alloh akan berkata :

"Wahai hamba-Ku! Engkaulah yang salah, engkaulah yang tidak mengerti dan engkaulah yang derhaka (kepada-Ku!)"


Tetapi apabila seseorang yang berdosa itu berkata dan berdoa kepada Alloh di sebabkan kesalahannya :

"Wahai Tuhanku!. Aku telah aniaya atas diriku, akulah yang salah dan akulah yang tidak mengerti...,"


Niscaya Alloh akan menjawab :

"Wahai hambaKu!. Akulah yang telah mentakdirkannya, kerana itu sesungguhnya Aku maafkan segala kesalahanmu"


Sahabat2 ku. Alloh mengkehendaki kita bertaubat pada-Nya atas dosa2 yang di lakukan. Kepada-Nya jugalah diserahkan, penerimaan atau penolakkan taubat kita. Yang perlu, pintalah Taubat pada-Nya dengan berakhlak. Letakkanlah kesalahan ke atas diri kita sendiri, kerana Dia Maha Suci sedangkan kita lah yang hina. Bila kita mendamba pada-Nya, pasti Dia juga mendamba kan kita untuk menjadi hamba-Nya yang soleh. Masakan tidak, Dia sendiri yang menciptakan syurga dengan tangan-Nya untuk menunggu kita semua hamba-Nya. Maka, percayalah, termasuklah kita kedalam golongan orang2 yang soleh kerana taubat yang sebenar taubat bukan taubat yang palsu.


Pesanan ku buat diri sendiri dan buat semua, jadilah hamba yang merendah diri, merasa diri hina, nestapa, sunyi dari semua pujian manusia. Menjadilah kita hamba yang setiap hari menadah tangan, memohon sedekah dari Alloh Yang Maha Agung. Semoga dengan sedekah-Nya, kita akan menjadi hamba yang kaya di sisi-Nya. Subahanalloh, ensya Allah..ameen.


Wallahu'alam